//
you're reading...
psikologi, sosial

Menilik Kisah Rudy Hartono, Satu Angka Saja

“Satu AngkaSaja

Salam kawan-kawan semuanya, senang saya bisa kembali berbagi postingan sama kalian semua, memang akhir-akhir ini sudah lama tak muncul maklum lagi liburan semester jadi ya sementara pendinginan dulu setelah berkutat dengan penatnya tugas-tugas perkuliahan sambil menikmati makanan terlezat yang beliau masak. mencoba mencari artikel yang cocok buat diketik ternyata susah udah cari-cari di tumpukan buku bekas yang ada dirumah masih gag cocok, eh tak sengaja sewaktu sedang mencari-cari foto buat krs an eh malah ketemu artikel waktu dulu ikut PSU, hmm..kenangan manis yang agak terlupakan. yah disitulah saya mulai berubah, benar-benar menjadi orang yang baru. Mereka benar-benar profesional dalam merubah saya. Looh.. kok gerambyang sampai mana ini ada iklannya segala…huu! maaf maaf.. terlalu senang soalnya inget masa itu.hahaha

Oh ya, inilah salah satu cara mereka merubah hidup saya ini. berikut adalah sebuah artikel tentang sosok yang begitu melegenda dengan caranya yang begitu simple.. Penasaran?? mari kawan-kawan kita baca bersama..:)

“Aku Ingin Satu Angka Saja”

All england, Wimbledon Inggris adalah arena bergengsi bagi atlit bulu tangkis. Ada beberapa nama Indonesia yang mengukir nama emas di arena tersebut seperti Tan Joe Hok, Ferry Sonneville, Rudy Hartono, Chun Chun, Johan Wahyudi, Ade Chandra, Liem Swie King, Kristian Hadinata, dan Icuk Sugiarto. Dari nama-nama di atas yang paling melegenda adalah Rudy Hartono, 8(delapan) kali menjadi juara tunggal dan sampai saat ini belum ada yang menyerupai rekornya.

Rudy Hartono memang sangat disiplin, dan tak pernah mengecewakan pelatih-pelatihnya, seperti almarhum Irsan dan Tahir Djide.

Pada suatu kejuaraan All England, Rudy Hartono berhadapan dengan Sture Johnson, Juara Eropa asal Swedia, situasi benar-benar kritis, paa set pertama Sture Johnson unggul 15-14 dan set kedua ia sudah unggul 14-0. Semua pendengar RRI (termasuk RRI Solo…hehee) dan pemirsa TVRI benar-benar terhenyak, satu angka lagi tamatlah Sang Rudy Hartono.

Alhamdulilah, teriak penyiar RRI, shutelcock berpindah ke tangan Rudy. “aku ingin satu angka saja” Kata Rudy ketika memulai servis, ternyata 1-14. “aku ingin satu angka lagi”, dan terjadilah 2-14.
Akhirnya 14-14 dan Rudy mengakhiri set kedua dengan 17-14. Sture johnson bena-benar heran, penonton indonesia riuh rendah.

Set ketiga, Rudy lagi mengatakan, “aku ingin satu angka lagi… aku ingin satu angka lagi”. Dan set ketiga berakhir dengan 15-0 untuk Rudy Hartono. Ia pun maju ke final melawan finalis dari Denmark, Spend Pri Punch Gunalan Berkomentar : “Jika melawan Rudy, sebelum tercapai angka 15, belum menang”.

saya tidak mau panjang lebar menjelaskan, tentunya kawan-kawan sudah tahu pesan apa yang ingin saya sampaikan tentang kisah ini:)

~The End~

About ipuls

jangan pernah berbohong pada diri sendiri...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: