//
you're reading...
pendidikan

Laporan kepribadian

LAPORAN KEPRIBADIAN

 A. Pengertian kepribadian

Terdapat seorang anak kelas tiga yang  nakal dan malas belajar pada waktu SMA dan setelah dia lulus, diterima disebuah universitas negeri di surakarta, setelah masuk di universitas tersebut, anak itu menjadi rajin,sering datang ke masjid, dan selalu tertib, maka kepribadian dari anak tersebut telah berubah dari perilaku SMA berubah menjadi perilaku mahasiswa.

Pada contoh diatas terdapat istilah kepribadian, yang dimaksud dengan kepribadian ialah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam. Corak perilaku dan kebiasaan ini  merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang. Sifat dari perkembangan tersebut dinamis, yang berarti selama individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya (Depkes, 1992).

Definisi tentang kepribadian, banyak sekali di kemukakan oleh para ahli. Kepribadian(personal) menurut bahasa, berasal dari bahasa latin asal kata personaliti dari persona (topeng), sedangkan dalam ilmu psikologi, salah satunya menurut Gordon W.Allport. mengemukakan bahwa kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik indvidu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran indvidu secara khas. Terjadinya Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia.

Pengertian dinamis tersebut adalah perilaku yang mungkin saja berubah-ubah melalui proses pembelajaran atau melalui pengalaman-pengalaman,hadiah, hukuman, pendidikan,dan sebagainya.

Kepribadian adalah ciri, karakteristik, gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita. Dapat dikatakan bahwa kepribadian itu bersumber dari bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya bentukan dari keluarga pada masa kecil kita dan juga bawaan-bawaan yang dibawa sejak lahir. Jadi yang disebut kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal yang bersifat psikologis, kejiwaan dan juga yang bersifat fisik.    

B.     Pengertian Laporan kepribadian

Laporan kepribadian merupakan tehnik yang digunakan oleh konselor atau pihak-pihak yang membutuhkan informasi dalam mempelajari individu yang berhubungan sifat dasar pribadi individu, dapat dengan menggunakan buku harian atau dapat juga melalui wawancara.

Bentuk dari laporan kepribadian ialah berupa daftar jawaban lisan atau kumpulan jawaban atas suatu daftar pertanyaan yang telah di standarisasi, teknik ini tidak berdiri sendiri, biasanya tehnik ini dibantu dengan teknik-teknik lainnya untuk mengetahui sifat-sifat individu antara lain: personality test, inventory, problem check list, autobiografi.

Jadi dapat dikatakan laporan kepribadian adalah wujud akhir yang berupa laporan dari hasil teknik-teknik yang diterapkan dalam mengetahui sifat-sifat individu.

C.    Fungsi Laporan Kepribadian

Fungsi laporan kepribadian bagi individu sangatlah penting. Menurut MC.V.Hunt laporan kepribadian dapat berfungsi untuk mempersiapkan indeks sifat dasar personality atau komponen kepribadian mengenai :

1)      Penyesuaian diri,

2)      Penguasaan diri,

3)      Inisiatif sosial,

4)      Rasa kecukupan diri sendiri,

5)      Rasa kepastian diri,

6)      Rasa hormat diri,

7)      Rasa keunggulan,

8)      Keriangan, dan kemurungan,

9)      Introspeksi dan ekstropeksi,

10)  Interoferso social,

11)  Kesedihan dan kegembiraan,

12)  Kecenderungan neurotik,

13)  Rasa harga diri rendah,

14)  Rasa social rendah, dan

15)  Kematangan emosi.

D.    Tujuan Penggunaan

Tujuan dari penggunaan laporan kepribadian, khususnya dalam layanan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut:

  1. Untuk membantu mengenali diri siswa dengan cara memahami kelebihan dan kekurangannya, yang sesuai dengan kepribadiannya, yaitu melalui jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah diberikan.
  2. Membantu guru, khususnya guru bimbingan dan konseling untuk mengetahui dan memahami gambaran utuh dari siswa.
  3. Laporan kepribadian dapat digunakan untuk membuat diagnosis  permasalahan yang mungkin bisa muncul pada diri siswa dan yang sedang dihadapi.

E.     Sasaran atau Objek yang Dipahami

Sasaran dari laporan kepribadian ini adalah ciri-ciri kepribadian dari siswa tersebut. Dalam melaksanakan laporan kepribadian, sebelumnya kita harus mengetahui siapa atau apakah yang menjadi objek atau sasaran  dari laporan kepribadian ini.

F.     Pelaksanaan

Pelaksanaan dari laporan kepribadian ini adalah dengan cara melakukan test kepribadian/personality test, inventory, problem check list,dan autobiografi.

Adapun hal-hal yang perlu di perhatikan dalam pembuatan  laporan kepribadian adalah:

  • Standar

Adanya konsistensi dan keseragaman kondisi dan prosedur pemberian alat ukur

  • Reliabel

Adanya konsistensi respon subjek terhadap alat ukur (ajeg) jika diberikan pada waktu yang berbeda

  • Valid

Teknik pengukuran harus benar-benar mengukur apa yang hendak diukur

  • Objektif

Penilaian dan interpretasi skor seobjektif mungkin

  • Komprehensif

Mengukur banyak aspek

  • Diskriminatif

Mampu membedakan individu berkemampuan tinggi-rendah

  • Kemudahan penggunaan dan murah (Sundberg, 1977)

Dengan menggunakan alat-alat tersebut individu yang akan dipelajari tentang masalah kepribadiannya diminta untuk mendiskripsikan apa yang disukai dan apa yang tidak disukai, konflik-konflik pribadi,dan masalah-masalah yang dirasakan. Sehingga hal tersebut menitik beratkan pada deskripsi diri dengan alat yang disebut “self Report”.

Self Report

  1. Misalnya ketika menyatakan kesukaan terhadap objek saat ditanya dalam  interview atau menuliskan evalusi-evalusi dari suatu kuesioner.
  2. dalam metode ini, jawaban yang diberikan dapat dijadikan idikator sikap seseorang.
  3. Kelemahan: jika individu tidak menjawab pertanyaan yang diajukan maka tidak dapat diketahui pendapat atau sikapnya.
  4. Pelaksanaan Self Report dilaksanakan setelah didapatkan hasil dari interview atau kuesioner.
  5. Self Report terdiri dari:
  • Public Opinion Polling

Digunakan untuk mengumpulkan data dari masyarakat yang berkaitan dengan opini. Ini juga dapat digunakan untuk meramalkan sesuatu atau menyediakan informasi, misalnya:

–       Pro dan kontra aborsi

–       Pembelian suatu produk (representatif)

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melakukan polling adalah sebagai berikut:

  1. Seleksi terhadap sampel dari responden
  2. Menyusun item-item sikap
  3. Mengambil data terhadap sampel
  4. Tabulasi data

Dalam pelaksanaan pengukuran Public Opini Polling, item skala terdiri dari:

  1. Pertanyaan-pertanyaan tentang objek
  2. Format jawaban: tertutup (setuju – tidak setuju), dan jawaban terbuka, Misalnya:
  • Aborsi tidak dilarang agama (pertanyaan tertutup):

(…) sangat setuju

(…) setuju

(V) tidak tahu

(…) tidak setuju

(…) sangat tidak setuju

  • Saya lebih suka membeli tabloid (pertanyaan terbuka):

a. Olahraga

b. Wanita

c. Gosip

d. Film

e. Lain-lain, sebutkan …………

Sri Utami Rahayuningsih – 2008Psikologi Umum 2 – Bab 1: Sikap (Attitude) 6

  • Skala Sikap

Skala sikap yaitu merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan mengenai sikap dari suatu objek. Melalui skala sikap, kita mencoba memperoleh pengukuran yang tepat tentang sikap seseorang. Akurasi pengukuran skala sikap, dilakukan dengan penggunaan beberapa item yang berkaitan dengan isu yang sama.

Skala sikap melibatkan belief atau keyakinan dan opini terhadap suatu objek. Pertanyaan-pertanyaan atau item yang membentuk skala sikap dikenal dengan statement (pernyataan yang menyangkut objek psikologis).

G.    Hal-hal yang penting dalam pembuatan laporan kepribadian

Dalam melaksanakan laporan kepribadian, terdapat beberpa hal yang harus diperhatikan agar dapat mengurangi hambatan-hambatan dalam pelaksanaannya. Hal-hal tersebut, antara lain adalah sebagai berikut:

a)    Gambaran kepribadian harus sesuai data (objektif) dan dapat dipertanggungjawabkan. Maksudnya adalah bahwa dalam menggambarkan kepribadian seseorang tersebut tidak dipengaruhi oleh simpati/antipati pemeriksa, pihak pemeriksa haruslah menghindari diri dari kesan-kesan pribadi, dan tidak mencampurkan perasaan dalam penggambaran.

b)   Disusun berdasarkan prinsip keteraturan kenyataan psikis/gejala yang pasti ada.

c)    Mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang menonjol, disertai dengan simtom-simtomnya.

d)   Penggambaran kepribadian harus menyeluruh

e)    Kegiatan psikis yang digambarkan hanya yang bermakna

f)    Laporan harus dimengerti : bahasa yang baik, benar, dan komunikatif.

About ipuls

jangan pernah berbohong pada diri sendiri...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: